You need to enable javaScript to run this app.

GLBD: Cukup Tidur Bikin Kita Pandai, Benarkah?

GLBD: Cukup Tidur Bikin Kita Pandai, Benarkah?

Repost:

Pernahkah kamu mengalami kurang tidur? Waktu malam yang seharusnya digunakan untuk tidur tapi digunakan untuk aktivitas lain, misalnya lembur tugas, menonton siaran sepak bola, begadang, ronda, atau yang lainnya. Saat bangun pagi, tentunya badan kurang bersemangat karena kurang tidur. Hal ini juga bisa berdampak kepada aktivitas kita selanjutnya pada hari itu.

Kurang tidur dapat menurunkan konsentrasi kita. Padahal. Konsentrasi sangat penting untuk melaksanakan semua aktivitas kita sehari-hari, termasuk belajar. Jika konsentrasi kurang, tentunya kita sangat sulit dalam memahami pelajaran yang dipelajari. Jika konsentrasi kita baik, kita bisa mengerti pelajaran dengan lebih cepat dan memahami pelajaran dengan lebih baik. Selain itu, konsentrasi juga dibutuhkan saat melakukan berbagai kegiatan lain, seperti memasak, membaca buku, bahkan berjalan.

Jika kita tidak berkonsentrasi dalam melakukan berbagai hal, akibatnya adalah hal yang kita lakukan jadi tidak dapat diselesaikan dengan baik. Saat kita kurang tidur pada malam hari, hal ini akan membuat tubuh kelelahan dan menyebabkan kita sulit fokus.Ternyata hal ini berhubungan dengan penurunan kadar kortisol dalam tubuh kita yang terjadi saat jam tidur berkurang. Di malam hari sebelum jam tidur yang sesuai pada tubuh kita, tubuh akan menurunkan kadar kortisol.

Kortisol adalah hormon dalam tubuh yang berperan pada penggunaan gula atau glukosa dan lemak dalam metabolisme tubuh untuk menyediakan energi. Selain berperan untuk menyediakan energi bagi tubuh, hormon kortisol juga terkenal sebagai hormon yang dilepaskan saat kita sedang stres dan bisa memengaruhi kerja otak. Biasanya penurunan kadar kortisol terjadi saat akan tidur. Jadi jika kita kurang tidur, proses penurunan hormon kortisol ini akan terganggu.

Perubahan Kadar Kortisol Mengganggu Kerja Otak
Perubahan yang terjadi pada penurunan kadar kortisol ternyata berdampak pada kinerja atau cara kerja otak kita. Inilah sebabnya orang yang mengalami kurang tidur biasanya akan lebih mudah mengalami stres dan perubahan suasana hati. Dengan berkurangnya waktu dan kualitas tidur, penurunan hormon kortisol akan menjadi terhambat yang menyebabkan hormon kortisol dalam tubuh jumlahnya tinggi.

Nah, kadar kortisol yang tinggi ini menyebabkan adanya penurunan fungsi kognitif otak atau proses otak menyerap pengetahuan, dan berpengaruh pada hippocampus. Hippocampus adalah bagian otak yang bertugas untuk mendapatkan informasi dan menyimpannya ke ingatan untuk jangka waktu yang lama.

Saat hippocampus terganggu akibat menurunnya kadar kortisol karena kurang tidur, maka akan membuat kita sulit untuk berkonsentrasi atau fokus. Selain menurunkan tingkat konsentrasi, kurang tidur juga membuat kita lambat dalam bereaksi atau tidak cepat tanggap. Hal ini akan memengaruhi kita dalam melakukan hal-hal yang membutuhkan respons cepat, misalnya menjawab pertanyaan dari guru atau saat berolahraga.

Karena tubuh kurang tanggap, maka menyerap pelajaran yang sedang dipelajari juga menjadi kurang maksimal. Mulai sekarang marilah tidur malam dalam waktu yang cukup.

Dengan tidur cukup setiap malam, hal ini akan membuat kita jadi bisa berkonsentrasi dengan lebih baik setiap harinya. Jika konsentrasi kita bagus, kita juga mudah memahami pelajaran yang sedang dipelajari. Jika belajar jadi mudah, tentunya kita akan menjadi cepat pintar.

Bagikan artikel ini:

Beri Komentar