GLBD: Puisi-Puisi Bertema Kepahlawanan
Repost:
Pahlawan secara umum diartikan sebagai orang yang berjasa bagi bangsa dan negara. Namun, secara sederhana pahlawan bisa diartikan sebagai orang yang berjasa di kehidupan kita. Untuk itu, puisi yang bertema kepahlawanan tidak harus selalu tentang pahlawan-pahlawan kemerdekaan, pahlawan nasional, dan yang lainnya. Kita pun bisa membuat puisi bertema kepahlawan tentang ibu, ayah, guru, petani, tukang ojek, dan lain-lainnya yang tentunya berjasa bagi kehidupan kita. Berikut beberapa contoh puisi bertema kepahlawanan.
1. Puisi Diponegoro Karya Chairil Anwar
Di masa pembangunan ini
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.
MAJU
Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.
Sekali berarti
Sudah itu mati.
MAJU
Bagimu Negeri
Menyediakan api.
Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai.
Maju.
Serbu.
Serang.
Terjang
2. Puisi Ingatan Sejarah Karya Andi Dwi Handoko
Mereka temukan jejakjejak hitam
sunyi menaungi jalanjalan beraspal
memenggal setetes darah dari sejarah
tertinggal dalam sebuah gelanggang revolusi
Apa yang tercatat tak boleh terlupa dari ingatan
karena di sana ada sejarah
dari kotakota yang hampir terlupa
dari perangperang yang tak pernah selesai
dari banjir peluhdarah memanggul senjata
Dan itu semua
adalah janjijanji tak tertepati untuk kita laksanakan.
3. Puisi Percik-percik Sumpah Pemuda karya Dearest Tiantama
gema ikrar itu
hampir satu abadlalu
membahana di persadaku
mampu menyatukan tekat dan hastrat
bersatu padu bangsaku
begitu banyak pilihan kini
yang bisa membuat indah warna negeri ini
kami ingin
kami mau
jemari kecil ini
kepal tangan ini
langkah kaki ini
untuk mengisi perubahan negeri ini
bukan dengan permusuhan
bukan dengan kegaduhan
bukan dengan baku hantam
tetapi dengan…
cita cita suci
dengan doa dan usaha
agar negriku jambrut katulistiwa
tetap berkilau,tetapkukuh dan teguh
hai kamu
kaum muda bangsaku
ayo singsingkan lengan baju
tuk bawa bangsa ini
luhur dan mulia sejahtera
jalayah negeriku
INDONESIA
4. Puisi Anak Bangsa Karya Kusuma Jasmine Supraba
kau telah mengharumkan nama bangsa ini
dengan berbagai prestasi yang kau miliki
demi memberi sejarah untuk bangsa ini
jangan berhenti sampai di sini
teruslah berjuang untuk meraih impian
teruslah mengukir prestasi di kaca dunia
teruslah membuat Indonesia bangga
jangan pernah menyerah
karena hanya hau yang membuat
Indonesia bangga
karena hanya kau generasi bangsa
5. Puisi Guru, Apa Jadinya Aku Karya Muh Arif Wirayudha
Guruku….
Kau adalah pahlawan
Kau pahlawan tanpa tanda jasa
Kau mendidik muridmu hingga berhasil
Tanpamu apa jadinya aku…
Kau selalu sabar dalam mendidikku
Kau mendidikku dalam keadaan apa pun demi
Kesuksesan anak didikmu
Terik matahari mengenai tubuhmu
Panas matahari terasa di tubuhmu
Tetapi tak kau hiraukan
Anakmu kau tinggal demi kesuksesan anak didikmu
Begitu besar jasamu untukku
Tak akan ku lupakan jasa besarmu
Aku akan membawa namamu hingga akhir hayatku
6. Puisi Terima Kasih Ayah Karya Fadhilah Muthia Dewi
Ayah
Jasamu tiada tara
Kasihmu tak terhingga
Sampai akhir hayatku
Ayah
Kau tulang punggung keluarga
Kau adalah sosok yang hebat
Kau relakan semua untuk anakmu
Ayah
Jasamu tak terhingga
Tak ternilai dengan nominal
Jari-jari yang halus sekarang sudah ternodai
Oleh debu jalanan
Ayah
Kau relakan semua itu
Untuk kebahagiaan keluarga
Terima kasih ayah atas jasamu
7. Puisi Petani Karya Tania Hafizah Tyandi
Cangkul dan caping
Itulah temanmu
Panen banyak hari ini
Itulah semangatmu
Berangkat pagi pulang sore
Mencangkul sawah tiap hari
Melawan panas serta hujan
Itu jadi kegiatanmu
Oh... Petani
Beribu-ribu terima kasih kuucapkan padamu
Yang telah rela melakukan itu semua
Hanya untuk kita, Negara Indonesia
Petani...
Kuucapkan banyak terima kasih untukmu
Kau takkan pernah kulupakan
Sampai akhir hayatku nanti
8. Puisi Langkah Gagah Pahlawan Karya Ahsan Tsaqif Al Aufa
Langkah gagahmu
Getarkan bumi nusantara
Dengan segenap keberanianmu
Kau lawan para penjajah
Kau korbankan nyawamu
Demi bangsa Indonesia
Hanya satu cita-citamu
Yaitu menuju gerbang kemerdekaan
Darah yang mengalir setiap detik
Menjadi bukti pengorbananmu
Saat melawan penjajah
Yang menyengsarakan rakyat
Terima kasih pahlawan
Karena kini kami sudah bebas
Dari penjajah-penjajah
Yang menyengsarakan hidup rakyat
Sumber puisi dapat dilihat dengan meng-klik judul puisi.