You need to enable javaScript to run this app.

GLBD: Puisi-Puisi Bertema Ketuhanan

Repost:

Puisi-puisi dengan tema agama atau religius dapat dikembangkan dari kepercayaan seseorang terhadap tuhannya atau agamanya. Berikut contoh puisi-puisi yang bertema ketuhanan/keagamaan/religius.

1.    Puisi “Doa” Karya Chairil Anwar

Doa

Kepada pemeluk teguh

 

Tuhanku

Dalam termangu

Aku masih menyebut namamu

Biar susah sungguh

mengingat Kau penuh seluruh

cayaMu panas suci

tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku

aku hilang bentuk

remuk

Tuhanku

aku mengembara di negeri asing

Tuhanku

di pintuMu aku mengetuk

aku tidak bisa berpaling

 
2.    Puisi “Sajadah Panjang” Karya Taufiq Ismail

Sajadah Panjang

Ada sajadah panjang terbentang

Dari kaki buaian

Sampai ke tepi kuburan hamba

Kuburan hamba bila mati

 

Ada sajadah panjang terbentang

Hamba tunduk dan sujud

Di atas sajadah yang panjang ini

Diselingi sekedar interupsi

 

Mencari rezeki, mencari ilmu

Mengukur jalanan seharian

Begitu terdengar suara azan

Kembali tersungkur hamba

 

Ada sajadah panjang terbentang

Hamba tunduk dan rukuk

Hamba sujud dan tak lepas kening hamba

Mengingat Dikau

Sepenuhnya.

 
3.    Puisi “Gumamku ya Allah” Karya W.S. Rendra

Gumamku ya Allah

Angin dan langit dalam diriku,

gelap dan terang di alam raya,

arah dan kiblat di ruang dan waktu,

memesona rasa duga dan kira,

adalah bayangan rahasia kehadiran-Mu, ya Allah!

 

Serambut atau berlaksa hasta

entah apa bedanya dalam penasaran pengertian.

Musafir-musafir yang senantiasa mengembara.

Umat manusia tak ada yang juara.

Api rindu pada-Mu menyala di puncak yang sepi.

 

Semua manusia sama tidak tahu dan sama rindu.

Agama adalah kemah para pengembara.

Menggema beragam doa dan puja.

Arti yang sama dalam bahasa-bahasa berbeda.

 

4.    Puisi “Sujud” Karya Mawar Damayanti

Sujud

Sujud padaMU

di penghujung waktu yang kian menghimpit

segala resah luruh bersama

dalam munajat panjang

 

Rabbi...

akankah hatiku kuat

saat langkah kian letih

dan garis waktu semakin dekat menghampiri

 

Wahai dzat yang Terkasih..

tak ada yang mampu kulakukan

saat jsad kian rapuh

dan waktu pun terhenti

 

 
5. Puisi Di Bawah Cahaya Doa Karya Satria Imaji

Di Bawah Cahaya Doa

Di bawah cahaya doa

merunduk malu wajah nista

titis sesal linang di mata

sebab jiwa berlumur dosa

 

Di bawah cahaya doa

simpuh raga, pasrah segala

apalah daya tiada upaya

sebatas awam meratap iba

 

Di bawah cahaya doa

tersusun jemari di sepertiga

membayang ngeri siksa neraka

tatih amalan menggapai surga

 

Di bawah cahaya doa

terlantun kalimat-kalimat pinta

lafazkan asma keagungan-Nya

semoga kelak menyiratkan niscaya


Sumber puisi dapat dilihat dengan meng-klik judul puisi.

Bagikan artikel ini:

Beri Komentar