GLBD: Puisi-Puisi Bertema Covid-19
Repost:
Puisi adalah salah satu karya sastra dengan karakteristik bahasa yang padat dan sering mengandung kata kias. Puisi bisa menjadi salah satu cara untuk mengekspresikan gagasan. Ada banyak tema tentang puisi. Salah satunya adalah puisi bertema Covid-19. Puisi bertema Covid-19 tidak harus berjudul Covid-19, tetapi bisa menggunakan judul dengan kata lainnya. Hal yang terpenting adalah isi puisi tersebut tentang Covid-19.
Kita bisa membuat puisi bertema Covid-19 dengan berbagai sudut pandang. Dengan sudut pandang yang berbeda, kita bisa menghasilkan puisi bertema Covid-19, tetapi denga nisi/judul yang berbeda-beda. Kita bisa mengambil sudut pandang sebagai pasien Corona, dokter, perawat, siswa yang tidak masuk sekolah, pedagang kaki lima, guru, dan lain-lain. Nah, berikut contoh-contoh puisi bertema Covid-19.
1. Puisi Bertema Covid-19 yang Berjudul "Covid Oh Covid" Karya Almaqhvira Damita Yulhidania
Covid oh Covid
Ketika kau datang
Semua menjadi berwarna
Ketika kau datang
Semua merasa resah
Ketika kau datang
Semua menjadi berubah
Ketika kau datang
Semua terasa hampa
Ketika kau datang
Nyawa banyak terancam
Ketika kau datang
Nyawa banyak melayang
Ketika kau datang
Nyawa tiada harganya
Ketika kau datang
Nyawa tak lagi aman
Ketika kau datang
Semua merasa takut
Ketika kau datang
Semua tutup mulut
Ketika kau datang
Sekolah-sekolah tutup
Ketika kau datang
Susah bertahan hidup
Ketika kau datang
Semua tinggal dirumah
Ketika kau datang
Semua bosan dirumah
Ketika kau datang
Aktivitas semua dirumah
Ketika kau datang
Sulit mencari nafkah
Ketika kau datang
Tak ada yang tahu
Ketika kau datang
Tak tahu kapan hilang
Ketika kau datang
Dan harus tetap tenang
Ketika kau datang
Harus tetap waspada
2. Puisi Bertema Covid-19 yang Berjudul "Terserah" Karya Khansa Belva Maritza
Terserah
Makhluk kecil itu datang kemari
Tak ada yang mau peduli
Makhluk kecil itu mulai berulah
Memporak-porandakan negeri ini
Berita-berita tersebar luas
Korban makin banyak berjatuhan
Keringat tenaga medis bercucuran
Tangis keluarga korban mengalir deras
“Ayo begini, ayo begitu,” kata pemerintah
Tapi rasa angkuh telah menguasai hati manusia
Merasa berkuasa,merasa paling hebat
“Hanya makhluk kecil. Apa masalahnya?” kata mereka
Apa yang merasuki mereka?
Apakah mereka tak takut mati?
Apakah mereka tak merasa kasihan?
Apakah mereka tak punya hati?
Sebagian ada yang mencaci
Sebagian tak peduli
Sebagian takut,dan panik
Bagaimana denganku?
Aku hanya bisa berdoa dan berharap
Semoga makhluk kecil itu segera pergi
Bagaimana denganmu? Terserah
3. Puisi Bertema Covid-19 yang Berjudul "Virus Corona" Karya Kartika Prabaningrum
Virus Corona
Tak ada satu pun yang memiliki segalanya
Terkadang yang dimiliki hilang
Seperti nyawa pasiennya
Yang seakan nyawa tak berharga
Banyak nyawa dipertaruhkan untuknya
Semakin banyak keluarga ditinggalkan orang tersayang
Dan kondisi yang semakin buruk
Semua ini akibat ulahnya
Makhluk nyata tak terlihat
Yang cepat menumbangkan nyawa
4. Puisi Bertema Covid-19 yang Berjudul "Covid-19" Karya Malihah Audrey Zahra Adi
Covid-19
Covid-19
Kau adalah makhluk yang tak kasat mata
Kau makhluk yang kecil
Kau telah menyebar ke seluruh dunia
Kau membuat kami semua takut
Karnamu kami tak bisa beraktivitas seperti biasa
Membuat kami tak bisa bersekolah
Membuat orang tua kami tak bisa bekerja
Membuat kami harus tetap di rumah
Covid-19
Kau membuat banyak orang menderita
Banyak teman kami yang kehilangan keluarganya karenamu
Banyak orang yang kehilangan nyawa karena terinfeksi olehmu
Banyak rumor-rumor yang beredar
Membuat rasa takut kami bertambah
Sekarang kami tak bisa bertemu dengan nenek dan kakek
Sekarang kami harus tetap tinggal di rumah
Membuat jalanan sepi
Membuat perekonomian kami menurun
Pergilah covid-19
Pergilah kau dari bumi ini
Pergilah kau dari sisi kami
Biarkanlah kami hidup tenang
Biarkanlah kami hidup bahagia
Pergilah covid-19
5. Puisi Bertema Covid-19 yang Berjudul "Rindu di Tengah Corona" Karya Nabila Agustina Kamil
Rindu di Tengah Corona
Virus corona sudah menyebar
Di berbagai negara belahan dunia
Orang sakit setiap harinya
Dan orang meninggal setiap harinya
Hanya diam di rumah
Tak boleh berpergian
Belajar di rumah
Tak bisa bertemu teman
Menahan rindu dengan guru
Menahan rindu dengan teman
Yang selalu bisa belajar bersama
Dan yang selalu bisa bermain bersama
Kini terpisah oleh jarak
Karena adanya social distancing
Tak bisa belajar bersama
Dan tak bisa bermain bersama
Oh corona
Segeralah berakhir
Agar aku bisa melepas rindu dengan teman
Agar dunia ini bisa kembali normal
6. Puisi Bertema Covid-19 yang Berjudul "Gara-Gara Corona" Karya Elvina Putri
Gara-Gara Corona
Wahai corona....
Kini kau telah menyebar ke berbagai negara
Dan akhirnya negeriku pun juga terkena oleh mu
Kau membuat negeriku lockdown
Hingga perekenomian menjadi turun drastis
Wahai corona....
Cepatlah kau pergi dari negriku
Kau membuat berbagi masalah
Membuat warga sekitar khawatir
Hingga menjadi sengsara
Wahai corona...
Kau menyebabkan libur sekolah
Yang membuatku rindu pada sekolah
Kau juga menyebabkan banyak pasien
Yang membuat dokter menjadi kelelahan
Wahai corona....
Kini situasi negriku sudah berubah
Sekarang warga wajib menggunakan masker
Adanya social distancing dan jaga jarak
Dan warga harus di rumah
Wahai corona....
Kini aku tidak bisa bertemu siapa pun
Kecuali keluargaku
Aku ingin sekali bertemu temanku
Aku ingin sekali bertemu guruku
Doaku hanya ada satu
Semoga kau segera hilang dari tanah air
Agar aku bisa bertemu teman dan guru
7. Puisi Bertema Covid-19 yang Berjudul "Corona, Pulanglah" Karya Muhamad Aira Fitrah Arshy Putra
CORONA, PULANGLAH
Engkau datang tiba-tiba
Tanpa ada tanda tanda
Membawa bencana
Bagi seluruh dunia
Menebar ketakutan
Akan kelaparan
Akan kemiskinan
Akan kehilangan
Pada jiwa setiap insan
Karenamu, kami tak bisa bersekolah
Tak bisa mencari nafkah
Kami hanya bisa diam termangu di dalam rumah
Sudah lelah kami mencegah
Masker menjadi langka
Alkohol dan antiseptik meroket harganya
Ekonomi lemah tidak bisa apa-apa
Kejahatan dimana-mana
Hoaks menyebar di sosial media
Korban mati bergelimpangan
Ibadah pun di rumah saja
Sudah cukup corona
Sudah cukup kau menyengsarakan kami
Aku rindu memakai seragam
Aku rindu terjatuh saat bermain bersama teman
Aku rindu sholat berjamaah di masjid
Sudah cukup kau memberi pelajaran pada kami
Corona, pulanglah
8. Puisi Bertema Covid-19 yang Berjudul "Surat untuk Tuhan dan Dunia" Karya Rahma Khairunnisa
Surat untuk Tuhan dan Dunia
Entah apa yang sedang terjadi di bumi ini
Seluruh orang dilanda kekhawatiran
Pandemi covid-19 yang tak kunjung usai
Membuat seluruh masyarakat menjadi bimbang
Para tenaga medis tengah berjuang
Dipenuhi dengan seperangkat APD
Bersusah payah menjaga para pasien
Hingga tak bisa berjumpa sanak saudara
Krisis ekonomi melanda
Sejumlah barang menjadi langka
Tak bisa sekolah hingga bekerja
Seberat inikah cobaan darimu, Tuhan?
Oh Tuhan..
Tolong, beri kami kekuatan
Beri kami ketabahan
Untuk berjuang bersama-sama
Oh Tuhan..
Tolong sembuhkan bumi ini
Tolong pulihkan dunia kami kembali
Dan tolong, jagalah negeri kami
Untuk para pejuang di garda depan
Untuk para masyarakat yang telah patuh aturan
Terima kasih
Karena telah berjuang bersama-sama
9. Puisi Bertema Covid-19 yang Berjudul "Datangnya Corona" Karya Shafiya Evelyn Ardiya
Datangnya Corona
Kala dunia mencekam
Terusik datangnya sang corona
Panik cemas menghampiri
Seribu pertanyaan terpikirkan
Siapa dan dimanakah corona?
Wahai corona
Kau buat kami takut dan cemas
Kau paksa kami mengunci diri di rumah
Kau jauhkan kami dari teman, guru, dan sanak - saudara
Kau korbankan banyak orang
Tak terhitung lagi berapa nyawa melayang
Ribuan keluarga harus terpisahkan
Jutaan orang kehilangan pekerjaan
Wajah – wajah sedih menahan lapar
Entah sampai kapan ini berlangsung
Apa yang harus kami lakukan?
Adakah cara membuatmu pergi?
Ataukah kami harus hidup berdampingan denganmu
Hanya doa yang bisa kami panjatkan
Semoga kami dijauhkan darimu
10. Puisi Bertema Covid-19 yang Berjudul "Kecil Mematikan" Karya Nitya Rafi Arsanti
Kecil Mematikan
Hari-hari yang berbeda dari hari sebelumnnya
Jalan yang sepi dari pejalan kaki dan pengguna motor
Pedagang yang terpaksa harus menutup tokonya
Sekolah-sekolah yang harus diliburkan
Hingga kunjungan wisata yang sepi dari keramaian pengunjung
Dunia yang amat resah di tahun ini
Keluarga yang berduka karena kehilangan salah satu dari anggota mereka
Pemerintah yang harus bekerja keras untuk melindungi rakyat mereka
Tenaga medis yang berusaha menyembuhkan mereka yang terpapar
Usaha keras dan kedisiplinan perlu dalam keadaan saat ini
Ekonomi masyarakat yang menurun
Masalah masayarakat yang susah untuk memenuhi kebutuhan mereka
Banyaknya kejahatan yang muncul dimana mana
Masyarakat yang bingung harus bekerja apa
Sampai pedagang yang terpaksa bekerja walau bahaya mengancam
Lebaran yang berbeda dari tahun sebelumnya
Larangan mudik bagi mereka para perantau
Ibadah yang harus dilakukan dirumah
Stay home untuk memutus wabah ini
Sering cuci tangan dan memakai masker
untuk menghindari mereka yang terpapar
Sumber: DI SINI